Purwakarta — Musyawarah Daerah (Musda) Ekonomi Kreatif Kabupaten Purwakarta 2026 berlangsung penuh semangat dan dinamika, Minggu (26/4/2026) di Aula Janaka Pemda Purwakarta.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komite Ekraf Purwakarta berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah ini menjadi momentum penting dalam menentukan kepemimpinan baru sekaligus arah pengembangan ekonomi kreatif di Purwakarta ke depan.
Acara dibuka dengan penampilan seni tari tradisional dari subsektor seni pertunjukan, menghadirkan nuansa budaya yang kental sekaligus menjadi simbol kekuatan identitas lokal dalam ekosistem ekonomi kreatif.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zein), Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Muchamad Arief Budiman, serta Kepala Disporaparbud Kabupaten Purwakarta Aep Durrohman.
Dalam sambutannya, Bupati Purwakarta menyoroti peran strategis pelaku ekonomi kreatif yang dinilainya memiliki kekuatan besar dalam mendorong kemajuan daerah.
“Penggiat ekraf itu manusia berbahaya, karena di mana intelektual dan entrepreneur harus bisa selaras,” ujarnya.
Rangkaian Musda berlangsung dinamis, mulai dari pembukaan, sambutan, sidang pleno, pemaparan visi dan misi para calon ketua, hingga proses pemungutan suara. Momentum paling krusial terjadi saat penetapan ketua baru yang akan memimpin Komite Ekraf Purwakarta lima tahun ke depan.
Melalui proses tersebut, Rhana Cahya Nugraha resmi terpilih sebagai Ketua Komite Ekraf Purwakarta periode 2026–2031.
Dalam pernyataannya, Rhana menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmennya untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat dan inklusif.
“Inalillahi Wainna Ilaihi Roojiun atas kepercayaan dan amanah yang diberikan. Ini bukan hanya amanah untuk saya pribadi, tapi untuk kita semua yang punya semangat membangun ekonomi kreatif di Kabupaten Purwakarta,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan sektor ini.
“Saya percaya, kekuatan terbesar kita ada pada kolaborasi. Dengan semangat ‘Sabilulungan’—gotong royong, saling dukung, dan jalan bareng—kita bisa mengangkat potensi lokal jadi kekuatan besar yang punya daya saing,” tambahnya.
Ke depan, dirinya menargetkan penguatan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih terbuka dan terhubung, mulai dari peningkatan kualitas SDM pelaku kreatif, mendorong inovasi, hingga percepatan digitalisasi agar karya-karya lokal Purwakarta mampu dikenal lebih luas.
Musda ini diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari Badan Pengurus Harian (BPH), perwakilan 17 koordinator kecamatan, perwakilan 17 subsektor ekonomi kreatif, hingga tamu undangan lainnya, dengan suasana yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Musda Ekraf Purwakarta 2026 pun menjadi lebih dari sekadar agenda organisasi, melainkan titik awal konsolidasi dan penguatan kolaborasi seluruh pelaku ekonomi kreatif di daerah.
Dengan semangat “Sabilulungan”, harapan besar kini tertuju pada kepemimpinan baru untuk membawa Purwakarta tumbuh dalam kolaborasi dan maju dalam kreativitas